Menjaga kesegaran santan dan air kelapa


Anda sering makan makanan bersantan? atau sering membuat minuman dengan air kelapa segar? Santan dan air kelapa memang kerap digunakan dalam banyak masakan. Agar terjaga kualitasnya, keduanya perlu disimpan dengan cara tepat.

Menyimpan santan segar dan air kelapa tidaklah sulit. Anda hanya perlu menyiapkan plastik dan wadah bertutup rapat sebagai tempat penyimpanannya. Teknik berikut juga perlu diperhatikan saat menyimpan santan segar dan air kelapa.
1. Menyimpan santan dalam freezer
Segera simpan santan segar dalam plastik atau wadah bertutup rapat kemudian masukkan freezer. Biarkan hingga membeku. Teknik penyimpanan ini dapat membuat santan bertahan hingga 3 bulan. Sebelum membekukan, pastikan Anda telah memisahkan santan kental dan encer agar dapat digunakan sesuai kebutuhan resep.
2. Merebus santan dengan garam
Cara lain untuk menyimpan santan adalah dengan merebusnya bersama sedikit garam terlebih dahulu. Setelah agak dingin, kemas santan dalam wadah bertutup rapat dan masukkan freezer. Dengan cara ini santan akan tahan hingga 1 bulan.
3. Melumerkan santan
Ketika ingin dipakai, pindahkan santan beku dari freezer ke dalam kulkas. Santan akan mencair kira-kira dalam waktu 24 jam. Setelah cair, aduk terlebih dahulu supaya lapisan diatasnya tercampur baru panaskan kembali.
4. Menyimpan air kelapa
Air kelapa mudah terfermentasi begitu terpapar udara sehingga mengeluarkan bau. Karenanya air kelapa perlu disimpan segera setelah dibuka. Saring air kelapa terlebih dahulu menggunakan kain tipis. Untuk menyimpannya, gunakan botol atau wadah bertutup. Dinginkan 30 menit dalam freezer dengan tutup sedikit terbuka. Setelah itu, tutup rapat botol dan simpan dalam kulkas. Untuk menggunakannya, lumerkan kembali air kelapa dalam suhu ruang.

Namun jika belum ingin dikonsumsi sebaiknya biarkan air kelapa tetap berada dalam buah segarnya karena proses pendinginan juga dapat men​urunkan​kualitas air kelapa.




Previous
Next Post »