Kandungan Gizi dan Mineral Beras Merah

Beras merupakan bahan pangan pokok dalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa macam beras seperti beras putih, beras merah dan beras hitam. Masing-masing beras mempunyai kandungan dan proporsi zat yang berbeda. Beras merah merupakan salah satu jenis beras yang sekarang mulai mendapat tempat sebagai bahan pangan pokok pengganti ataupun pendamping beras putih. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar glukosa darah 2 jam setelah orang mengkonsumsi nasi merah lebih rendah dibandingkan dengan  rerata orang yang mengkonsumsi beras putih.




Kandungan Beras Merah

Ada 6 zat utama dalam beras merah yang bermanfaat bagi kesehatan manusia :

1. Zat yang pertama adalah asam folat.

Asam folat sangat bermanfaat bagi para ibu hamil karena asam folat dapat mencegah cacat tabung syaraf pada janin dan mampu mengurangi resiko cacat bayi pada saat lahir (premature). Sedangkan ketika masa menyusui asam folat membantu melancarkan aliran darah pada otak, sehingga dapat membantu meningkatkan kecerdasan pada anak. Jadi pada masa setelah melahirkan tidak perlu menunggu anak untuk dapat mengkonsumsi nasi baru diberikan beras merah, tetapi jauh lebih penting beras merah diberikan pada masa menyusui karena saat inilah pembentukan kecerdasan paling tinggi. 


2. Zat yang kedua adalah serat. 

Dari hasil penelitian klinis dalam setiap 50 gram beras merah memiliki kandungan serat sebesar 3.5 gram, dimana kandungan serat dalam beras merah ini 3 kali lebih tinggi dari kandungan serat dalam beras putih. Dengan kandungan serat yang tinggi ini, beras merah dapat membantu mengatasi gangguan pencernaan, sembelit, perut kembung serta menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

3. Zat yang ketiga adalah tiamin.

Tiamin merupakan salah satu bagian dari keluarga vitamin B. Tiamin berperan sangat vital agar otak dapat bekerja dengan normal, sehingga kekurangan zat ini dapat mengganggu sistem syaraf dan jantung. Kandungan tiamin pada beras merah lebih tinggi dari beras putih (0,31 mg : 0,12 mg). Beras merah ini memiliki kandungan vitamin B yang tinggi yang bermanfaat mencegah penyakit beri-beri, sakit pinggang, reumatik ataupun kesemutan. Selain itu pembentukan energi di sel difasilitasi oleh kecukupan vitamin B ini, dan salah satunya ada di beras merah. Kandungan tiamin inilah yang membuat jumlah nilai energi yang dihasilkan oleh beras merah menjadi lebih tinggi dari beras putih (353 kal : 349 kal) meskipun kadar karbohidratnya lebih rendah. Hal ini juga dapat digunakan sebagai salah satu faktor fungsi beras merah dalam keberhasilan program diet. Karena cukup dengan mengkonsumsi sedikit beras merah sudah timbul rasa kenyang dan akan berlangsung cukup lama. Yang artinya beras merah mampu untuk meningkatkan stamina, memperkuat tubuh dan mengatasi cepat lelah.

4. Zat yang keempat adalah selenium. 

Selenium merupakan elemen kelumit (trace element) yang merupakan bagian essential dari enzim glutation peroksidase. Enzim ini berperan sebagai katalisator (pembantu) dalam pemecahan peroksida menjadi ikatan yang tidak bersifat toksik (racun). Peroksida jika masih menjadi toksik dapat berubah menjadi radikal bebas yang mampu mengoksidasi asam lemak tidak jenuh dalam membran sel hingga
merusak membran tersebut. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya kanker dan penyakit degeneratif lainnya. Karena kemampuan itulah banyak pakar menyatakan bahwa beras merah mempunyai potensi untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit degeneratif lainnya seperti diabetes, hipertensi, asma, liver dan lain-lain.

5. Zat yang kelima adalah Angiotensin II.

Experimental Biology Annual Conference pernah melakukan riset di Aneheim, California, Amerika Serikat, dimana salah satu penelitinya adalah Prof. Satoru Eguci, Profesor Fisiologi di Temple University School of Medicine di Philadelphia Amerika Serikat. Hasil riset beliau adalah bahwa beras merah mengandung zat angitensin II. Zat inilah yang membuat beras merah mampu mengatasi penyumbatan arteri dan tekanan darah tinggi. Seperti kita ketahui betapa tingginya serangan stroke dan jantung
di Indonesia yang saat ini tidak hanya menyerang orang tua dan orang kaya, tetapi anak muda dan orang biasa pun tidak luput dari serangan penyakit ini. Dan analisa terbesar adalah disebabkan oleh pola konsumsi yang tidak sehat. Di sinilah peran beras merah bisa menjadi alternatif solusi pola konsumsi sehat.


6. Zat yang keenam Vitamin E dan mineral

Beras merah mengandung banyak Vitamin E dan mineral mineral essential yang mampu membantu untuk meremajakan kulit sehingga membuat kulit menjadi lebih halus serta mengatasi alergi. Sebagian orang juga percaya bahwa beras merah merupakan salah satu makanan yang bersifat afrodisiak (pembangkit gairah seksual) dan membantu meningkatkan jumlah sperma.


Sumber :
Product Knowledge Beras Merah Organik CV Sirtanio Organik Indonesia Healthy & Exotic Rice Specialist)
Yonathan Christian, Suhendra Adrian.Perbandingan Pengaruh Nasi Putih Dengan Nasi Merah Terhadap Kadar Glukosa Darah. Jurnal Kedokteran Universitas Kristen Maranatha.

Previous
Next Post »