Penyebab dan Faktor Resiko Kanker Leher Rahim (serviks)


Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pada tahun 2012, sekitar 8,2 juta kematian disebabkan oleh kanker. Kanker paru, hati, perut, kolorektal, dan kanker payudara adalah penyebab terbesar kematian akibat kanker setiap tahunnya. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, kasus kanker di Indonesia terjadi sebanyak lebih kurang 330.000 orang dengan kasus terbesar adalah kanker serviks atau kanker leher rahim. Sementara itu, data dari WHO Information Centre on HPV and Cervical Cancer menyatakan bahwa 2 dari 10.000 wanita di Indonesia menderita kanker serviks dan diperkirakan 26 wanita meninggal setiap harinya karena kanker serviks. 

Kanker leher rahim dapat menyerang pada semua wanita tanpa memandang etnis maupun ras. Penyebab kanker leher rahim adalah virus HPV (Human Papiloma Virus). Penularannya melalui hubungan seksual namun seseorang akan lebih beresiko menderita kanker leher rahim apabila :
  1. Menikah atau melakukan hubungan seksual sebelum usia 17 tahun
  2. Berganti-ganti pasangan seksual atau hubungan berhubungan dengan pria yang sering berganti pasangan
  3. Terpapar infeksi menular seksual (IMS)
  4. Melahirkan banyak anak
  5. Perokok aktif maupun pasif
  6. Penurunan daya tahan tubuh
  7. Mempuyai saudara perempuan atau ibu yang menderita kanker leher rahim

Pertanyaan yang selalu ada di benak setiap wanita adalah bagaimana mereka mengetahui leher rahim mereka sehat atau tidak. Ibaratnya ada dua buah jagung yang masih terbungkus kulitnya. Kita tidak akan bisa melihat kondisi jagung itu apabila kita tidak membuka kulit nya terlebih dahulu. Begitu juga dengan kondisi rahim seorang wanita, apabila ingin mengetahui kondisi leher rahimnya maka harus dilakukan pemeriksaan dengan cara melihat leher rahimnya.

Setiap wanita yang telah melakukan hubungan seksual khususnya yang berumur 30-50 tahun sebaiknya menjalani deteksi dini kanker leher rahim. Pemeriksaan leher rahim dapat dilakukan dengan cara :
  • Tes IVA ( Inspeksi Visual Asam Asetat) yaitu pemeriksaan leher rahim dengan mengoleskan asam cuka
  • Tes Pap Smear yaitu pengambilan jaringan pada leher rahim yang akan dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Lebih dari 30% penyakit kanker dapat dicegah dengan cara mengubah faktor risiko perilaku dan pola makan penyebab penyakit kanker. Kanker yang diketahui sejak dini memiliki kemungkinan untuk mendapatkan penanganan lebih baik. Begitu juga dengan kanker leher rahim juga dapat dicegah dengan imunisasi HPV, menghindari semua faktor resiko dengan berperilaku hidup bersin dan sehat. 

Source :
http://www.depkes.go.id/article/view/16112800001/kendalikan-kanker-servix-sejak-dini-dengan-imunisasi.html#sthash.5jKydzJt.dpuf
Buku Panduan Pelaksanaan Deteksi Dini Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim Kemenkes RI Tahun 2015
Info Datin Kemenkes RI Tahun 2015
Previous
Next Post »